Andai dari awal aku lebih menilaimu dr sudut yg baik. Akan tercipta perspektif yg indah.
— avz
Sampai pagi ini, detik ini harapan itu masih sama. Dan semalam aku berharap malam itu adalah malam yang membuat aku mengenal dirimu yang sudah-sudah aku kenal. Tapi apa, malah semakin aku tak mengenalmu, setelah kamu berdiri tepat dihadapku. Mengejutkanku dengan rangkulan tanganmu dipundakku, tapi rangkulan yang tak aku kenal seperti biasanya. Bukan karena aku dan kamu tidak lagi berupa KITA, tapi saat menjadi KITA aku telah kehilangan kamu yang aku kenal. Masih ingat perayaan tahun baru kemarin ?? masih ingat dengan pesan singkat yang kamu kirim saat aku tak juga pulang bersamamu ?? semua hal itu yang menguatkan aku untuk tetap mempertahankan harapan ini. Pesan singkat bahkan sangat singkat itu, masih aku simpan di telepon genggamku. Saat sahabatmu menanyakan kamu kepadaku, aku bingung. Tak ada yang tahu tentang semua masalah ini. Aku bukan merindu masa-masa KITA, bukan. Aku merindu jiwamu yang dulu. Jiwa yang tak pernah letih mendengar ceritaku, yang selalu mengingatkan untuk aku minum obat yang tak mengenakkan itu, mengingatkan aku akan deadline-deadline tugas dan pekerjaanku. Aku merindu senyummu yang tak pernah hilang saat bersamaku, aku merindu!. Apa bukan jiwa yang aku kenal sudah-sudah yang berdiam di ragamu???
Tuhan, sebelumnya aku tak pernah letih dengan apa cobaan dariMu
takpernah aku ingin lari dari semua sulit yang kau berikan
Bagiku itu anugrah terindah dan bukti kasih sayangMu bagiku
Sebelumnya aku selalu kuat untuk menjalankan semuanya sampai tuntas
Tanpa sedikitpun keluh kesah dihadapMu
Dan sebelumnya aku sangat senang dengan semua cobaan itu
Tapi, malam ini…
Lelah itu menghujam, hatiku letih Tuhan
Biarlah Kau beri cobaan yang maha dahsyat dari cobaan satu ini Tuhan
Aku ikhlas..
Asal bukan hal ini yang menjadi sulitku untuk meraih mimpi-mimpiku..
Aku mohon Tuhan
Ijinkan aku untuk menyelesaikan perjalanan yang telah aku tempuh ini
Setengah perjalanan belum ada aku masuki
Aku mohon Tuhan…
- Amie :masih ingat yg aku minjam selotip samamu ?
- Ela :masihlah, knp ? hahah
- Amie :gila kau ya,mati kutu aku bah... baru sekali it aku dicuekin sm orang..
- Ela :apalah pikiranmu waktu itu cak ?
- Amie :ini puncak dari perang dingin itu..udah berefek ah sama aku..cuma itu yg bisa kusimpulkan
- Ela :itulah selama ini yang ku rasakan...aku sbnarnya dger, tpikan suaramu kecil wktu itu, makanya kucuekin, mngkin kau ngmong sm yg lain..
- Amie :ga ngerasa kau klo senyap tiba" ruangan itu karena kita, waktu tiba" aku ke mejamu
- Ela :ah masa
- Amie:hahah, entahlah yaaaa..
- Ela :Jadi seandainya aku ga ngasihlah Mi, padahal ada disitu barangnya..kau mau ngapain ?
- Amie :Rencana mau kutampar kau La, mati kutu x aku loohh..tega x kau ya..ckckckck
- Ela :Memangnya cuma aku yang punya waktu itu ?
- Amie :Gak sih, entah kenapa aku iseng x hari itu, kau tau kn aku bru datang itu..
- Ela :iya tau, hahah
- Amie :Kau ga tau semua mata mandang ke kita waktu itu ?
- Ela :hahah, iya yaa?? yang aku tau cuma si sinta aja..
- Amie :semua loh Laaa, tebodoh gitu pun orang tu, si ana aja smpe berenti gambar, si alvy tediam..hahah..masih inget kali aku bahh
- Ela :gak enak kan Mi, kek gitulah Mi..
- Amie :tau aku La, itu aku ada tujuannya loh, ada tujuan baik..tapi malah kek gitu ceritanya..hmmm
- Ela :Hahahh..
- Amie :ketawa kau -_-
Terima Tuhan…
Tlah Kau ijinkan aku menikmati hari ini
Setiap detik dan menitnya berjam-jam
Dengan semua kebahagiaan hari ini
Bersama jiwa yang Kau tiupkan kebahagiaan
Tak pernah habis senyum ini tersungging
Nyaris mataku berbinar haru untuk hari ini
Masih bisa kutahan
Aku tak ingin jiwa itu bertanya heran
Mengapa dalam bahagia aku tetap menitikkan air mata
Tak ingin aku terlihat seperti seorang lemah
Tak ingin mendramatisirbahagia ini
Bahagia ini benar bahagia
Bahagia tanpa haru
Bahagia hari ini adalah dia
Tuha terima kasih atas penciptaanMu
Bahagia aku dengan ciptaaanMu yang satu ini